ПРОФНАСТИЛ НСК news Dosen UM Surabaya: Kerap Makan Malam Dapat Pacu Permasalahan Kesehatan

Dosen UM Surabaya: Kerap Makan Malam Dapat Pacu Permasalahan Kesehatan

Dosen UM Surabaya: Kerap Makan Malam Dapat Pacu Permasalahan Kesehatan

Memiliki rutinitas makan malam adalah salah satunya rutinitas pola makan kurang sehat. Untuk beberapa orang, makan pada malam hari ialah saat yang menggembirakan untuk bersantap bersama keluarga atau rekan sesudah sepanjang hari repot melakukan aktivitas. Tetapi, sering makan malam di atas jam 21.00, dapat mengakibatkan imbas negatif pada kesehatan.

Hal itu dikatakan oleh Firman Dosen Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) UM Surabaya. Firman memperjelas bahaya khusus dari rutinitas makan malam, yang pertama, kenaikan berat tubuh atau kegemukan.

Sebuah riset yang diedarkan dalam jurnal Obesity menerangkan jika, orang yang kerap makan malam, memiliki kecondongan terjadi medplusurgentcare.com kenaikan index massa badan (BMI) lebih tinggi dan dampak negatif kegemukan lebih besar dibanding pribadi yang tidak memiliki rutinitas makan pada malam hari.

“Makan tengah malam kerap kali mengakibatkan konsumsi kalori terlalu berlebih, karena badan tidak memiliki waktu yang cukup buat membakar kalori yang kita konsumsi saat sebelum tidur. Konsumsi kalori terlalu berlebih ini bisa menyebabkan penimbunan lemak, yang pada akhirannya tingkatkan dampak negatif kegemukan,”tutur Firman Kamis (29/2/24)

Ke-2 , kerap makan tengah malam bisa mengusik pola tidur kita. Mengonsumsi makanan berat atau berlemak saat sebelum tidur bisa mengakibatkan masalah pencernaan, rasa seperti mulas, atau mungkin tidak nyaman waktu tiduran. Disamping itu, proses pencernaan makanan pada malam hari, bisa tingkatkan produksi asam lambung, yang dapat pacu tanda-tanda GERD (Gastroesophageal Reflux Disease) yang kerap ada di malam hari, hingga mengusik pola tidur.

Seterusnya yang ke-3 , permasalahan kesehatan metabolik. Banyak studi menerangkan rutinitas makan malam memiliki jalinan yang kuat dengan kenaikan dampak negatif penyakit metabolik seperti Diabetes Mellitus tipe 2. Ini dikarenakan oleh mengonsumsi makanan tinggi gula dan lemak saat malam hari, bisa mengakibatkan kenaikan gula pada darah, hingga pacu penyakit diabet.

Dia menerangkan, sebuah riset di The American Journal of Clinical Nutrition menerangkan jika, kerap makan malam mengusik irama sirkadian badan, yang dapat tingkatkan kekebalan insulin, di mana keadaan itu adalah faktor dampak negatif khusus penyakit Diabetes Mellitus tipe 2.

Ke-4, kerap makan malam bisa mengakibatkan permasalahan mekanisme pencernaan. Proses pencernaan memerlukan waktu yang cukup, untuk mengolah makanan yang kita konsumsi, dan makan terlampau dekat sama jam tidur bisa mengusik proses metabolisme pencernaan.

“Karena itu kerap makan tengah malam bisa tingkatkan dampak negatif berlangsungnya permasalahan pencernaan seperti perut kembung dan sembelit,”tambah Firman kembali.

Paling akhir, rutinitas makan malam bisa mempengaruhi kesehatan psikis. Mengonsumsi makanan berat dan berlemak saat malam hari, bisa membuat badan kurang berkekuatan pada pagi hari dan condong mengantuk. Disamping itu, masalah tidur yang disebabkan karena rutinitas makan malam, bisa mengusik kestablilan suasana hati, pengurangan ingatan, dan susah konsentrasi.

“Karena itu supaya terbebas dari sejumlah permasalahan kesehatan di atas. Sangat penting untuk kita selalu untuk memerhatikan pola makan dan pola hidup sehat, salah satunya menghindar dari rutinitas makan pada malam hari. mengelola waktu makan, dan batasi mengonsumsi makanan berlemak dan tinggi gula saat malam hari,”tandas Firman.

Related Post