SD Negeri 4 Senaru, yang terletak di kaki Gunung Rinjani, Nusa Tenggara Barat, telah menjadi contoh nyata bagaimana sekolah dasar dapat berkontribusi dalam menjaga kelestarian lingkungan. Melalui berbagai inisiatif yang diluncurkan oleh pihak sekolah bersama para siswa, guru, dan masyarakat sekitar, SDN 4 Senaru berhasil menciptakan lingkungan belajar yang bersih, sehat, dan ramah lingkungan.
Salah satu program unggulan sekolah ini adalah Gerakan Jumat Bersih, yang dilakukan setiap hari Jumat pagi. Seluruh siswa, guru, dan staf sekolah https://sdnegeri4senaru.com/ berpartisipasi dalam membersihkan halaman sekolah, ruang kelas, dan area sekitar sekolah. Aktivitas ini tidak hanya bertujuan untuk menjaga kebersihan, tetapi juga menanamkan nilai-nilai tanggung jawab dan kepedulian terhadap lingkungan sejak dini. Anak-anak diajarkan untuk memilah sampah organik dan anorganik, serta bagaimana mengelola limbah rumah tangga dengan benar.
Selain program kebersihan, SDN 4 Senaru juga aktif dalam penghijauan sekolah. Sekolah ini memiliki taman kecil yang ditanami berbagai jenis tanaman hias, sayuran, dan pohon buah. Tanaman-tanaman tersebut dirawat secara bergiliran oleh siswa melalui program Adopsi Tanaman. Setiap kelas bertanggung jawab atas beberapa pot tanaman, dan siswa diajarkan cara menyiram, memberi pupuk, serta menjaga kesehatan tanaman. Kegiatan ini tidak hanya memperindah lingkungan sekolah, tetapi juga memberikan pemahaman langsung tentang pentingnya tumbuhan bagi kehidupan.
Sekolah ini juga bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup setempat untuk menyelenggarakan pelatihan dan penyuluhan tentang daur ulang sampah. Hasil dari pelatihan ini, para siswa membuat berbagai kerajinan tangan dari bahan daur ulang, seperti pot bunga dari botol bekas, tempat pensil dari kaleng, dan bahkan hiasan dinding dari kertas koran. Kerajinan ini kemudian dipamerkan dalam acara bulanan sekolah dan dijual untuk mendukung kegiatan lingkungan sekolah. Pendekatan ini membantu mengembangkan kreativitas siswa sekaligus meningkatkan kesadaran mereka tentang pentingnya mengurangi sampah.
Di sisi lain, guru-guru di SDN 4 Senaru juga mengintegrasikan pendidikan lingkungan ke dalam berbagai mata pelajaran. Misalnya, dalam pelajaran IPA, siswa belajar tentang siklus air dan pentingnya menjaga sumber air bersih. Dalam pelajaran Bahasa Indonesia, siswa diminta menulis karangan tentang pengalaman menjaga lingkungan atau membuat puisi bertema alam. Pendekatan interdisipliner ini membuat isu lingkungan menjadi lebih relevan dan mudah dipahami oleh anak-anak.
Partisipasi orang tua juga menjadi bagian penting dari inisiatif ini. Sekolah secara rutin mengundang orang tua untuk ikut serta dalam kegiatan penghijauan dan kerja bakti bersama. Selain mempererat hubungan antara sekolah dan orang tua, kegiatan ini memperkuat semangat gotong royong dalam menjaga lingkungan sekitar.
Keberhasilan SD Negeri 4 Senaru dalam mengelola inisiatif lingkungan bersih dan hijau tidak lepas dari komitmen semua pihak yang terlibat. Kepala sekolah, guru, siswa, orang tua, dan masyarakat sekitar menunjukkan bahwa dengan niat baik dan kerja sama, lingkungan yang bersih dan hijau bukanlah hal yang mustahil untuk dicapai. Lebih dari sekadar menjaga estetika, kegiatan ini juga berperan penting dalam membentuk karakter siswa yang peduli dan bertanggung jawab terhadap lingkungan.
Melalui inisiatif ini, SDN 4 Senaru tidak hanya menciptakan lingkungan belajar yang nyaman dan sehat, tetapi juga menanamkan nilai-nilai penting yang akan dibawa siswa hingga dewasa. Harapannya, upaya kecil yang dilakukan di sekolah ini bisa menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain di daerah maupun di seluruh Indonesia untuk ikut serta dalam gerakan menjaga bumi kita bersama.